Google
Sementara, Hanya 20 Persen Percaya di Final Mega Melawan JK

Jakarta,

Bila Pilpres 2009 berlangsung dalam dua putaran, siapakah yang akan bertemu di putaran final?

Itulah pertanyaan polling pekan ini yang dimulai sejak kemarin (Selasa, 23/6). Hingga ulasan ini diturunkan (Rabu, 24/6), hanya 20 persen pembaca Rakyat Merdeka Online yang mengikuti poling pekan ini berharap Megawati Soekarnoputri akan bertemu Jusuf Kalla di putaran final Pilpres 2009.

Sebagian besar dari peserta polling berharap agar putaran final nanti menghadirkan partai SBY melawan JK (53 persen). Sementara 26 persen lainnya berharap putaran final diisi oleh partai rematch Mega melawan SBY (26 persen).

Polling yang digelar RMOL ini tidak didasarkan pada prinsip akademis. Namun begitu, polling ini menggunakan metode one IP one vote sehingga relatif lebih fair dibandingkan poling yang menggunakan SMS berbayar. Hasil polling hanya mencerminkan peta pendapat pembaca RMOL yang bersedia mengikuti polling.

Category:   Leave a Comment
Prabowo Calon Kuat Pendamping Mega


PERSDA NETWORK/BIAN HARNANSA
Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri (tengah), Ketua Umum Partai Hanura Wiranto (kiri), dan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto usai pertemuan tertutup sebelum pembukaan Rapat Kerja Nasional V PDIP di Kantor DPP PDI-P, Lenteng Agung, Jakarta, Sabtu (25/4). Kedatangan kedua tokoh partai tersebut terkait wacana koalisi antar partai.

JAKARTA, KOMPAS.com - Nama Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto, menjadi nama yang paling dominan diajukan pengurus daerah PDI Perjuangan pada Rakernas V, Sabtu ( 25/4 ), di Kantor DPP PDI Perjuangan, Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Selain Prabowo, nama Sultan juga diajukan oleh 3 DPD PDI Perjuangan.

"Nama-nama yang berkembang di Rakernas Solo. Prabowo yang secara dominan disebutkan daerah. Satunya Sultan," ujar Pramono seusai Rakernas V PDI Perjuangan.

Nama Prabowo diusulkan karena faktor kedekatan kesamaan pandangan dan partainya dinilai dengan konstituen PDI Perjuangan. "Tapi diberi keleluasaan pada Ibu Mega untuk komunikasi dengan yang lain," kata dia.

Untuk melawan calon incumbent, SBY, dikatakan Pramono tidak mungkin hanya dengan modal semangat. Nama final cawapres yang dipilih Mega, akan diumumkan setelah pengumuman hasil pemilu oleh KPU pada tanggal 9 Mei. "Nanti langsung dideklarasikan," kata Pramono.

SBY Boleh Pilih Kader Golkar


KOMPAS.COM/DHONI SETIAWAN
Ketua Umum DPP Partai Golkar, Jusuf Kalla menghadiri Rapat Pimpinan Nasional Khusus di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Kamis (23/4). Rapat dihadiri anggota DPD Tingkat 1 Partai Golkar dari seluruh Indonesia membahas langkah strategis menghadapi Pemilu Presiden mendatang.

JAKARTA, KOMPAS.com — Kisruh yang terjadi di Partai Golkar akhirnya terkuak akar permasalahannya dalam perdebatan rapat pleno Partai Golkar, Selasa (5/5) petang. Rupanya ada kader Golkar yang masih berharap dapat berpasangan dengan Susilo Bambang Yudhoyono sebagai calon wakil presiden.

Salah satu Ketua DPP Partai Golkar, Muladi, mengatakan, salah satu hal yang menjadi perdebatan pada rapat tersebut adalah pandangan sebagian kader bahwa ada kesan Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla menghalangi calon lain untuk dipinang partai lain. Apalagi setelah Jusuf Kalla ditetapkan menjadi capres Golkar bersama Wiranto.

"Ada kesan semula, Pak JK dianggap menghalangi calon lain hasil penjaringan. Setelah berdebat, beliau mengatakan, silakan kalau SBY mau ambil salah satu kader Golkar," kata Muladi, di Kantor DPP Partai Golkar, Selasa (5/5) malam. Selama ini, spekulasi SBY akan menggandeng kader Golkar memang berkembang, apalagi mengingat skenario itu pernah terjadi pada Pilpres 2004.

Namun, seperti telah diutarakan oleh JK sebelumnya, kader tersebut tak boleh menggunakan atribut dan meminta dukungan Partai Golkar. Di lain pihak, tidak ada sanksi bagi kader yang maju bersama calon yang diusung partai lain. Skenario seperti ini pun sebenarnya pernah terjadi saat JK digandeng SBY dalam Pemilu 2004.

"Tidak ada pecat memecat juga di Golkar yang sudah reformasi ini. Jadi, kalau Pak SBY mau memilih kader Golkar, silakan," ujar Muladi. Enam nama kader Golkar yang masuk penjaringan capres Golkar, di antaranya Akbar Tandjung, Surya Paloh, Sri Sultan HB X, Aburizal Bakrie, dan Agung Laksono.

Muladi sendiri selama ini selalu mendorong kembali berduetnya SBY-JK. Namun, setelah akhirnya memutuskan berpisah, Muladi hanya mengatakan akan loyal terhadap keputusan partai. "Secara partai saya loyal, tapi hati nurani saya siapa tahu," ujarnya saat ditanya apakah ia masih ngotot mengajukan kader Golkar kepada SBY.

Namun, SBY pernah mengatakan tidak mungkin memilih cawapresnya dari kader Golkar tanpa melalui dukungan Partai Golkar. Hal itu, menurutnya, akan menimbulkan komplikasi politik yang tidak perlu. Bahkan beberapa hari yang lalu SBY menyatakan telah menetapkan cawapres meski masih menunggu hasil rekapitulasi manual KPU untuk diumumkan.

Perangkap MU, Neraka bagi Arsenal

Perangkap MU, Neraka bagi Arsenal
Para pemain Manchester United melambaikan salam kepada para pendukungnya usai mengalahkan Arsenal di semifinal Liga Champions.

Rabu, 6/5/2009 | 04:31 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Manchester United memperoleh buah manis berkat strateginya bermain efektif di kandang Arsenal. Tiket final Liga Champions untuk kedua kalinya secara berturut-turut berhak mereka dapatkan.

Setelah meraih kemenangan tipis 1-0 pada laga pertama, pelatih MU Sir Alex Ferguson sudah mengira jika Arsenal akan menyerang mereka di Stadion Emirates. Formasi 4-4-2 yang diprediksi oleh Ferguson memang agak meleset karena "The Gunners" memakai formula 4-3-2-1 di kandang sendiri. Namun, taktik menyerang sejak menit awal oleh Arsenal memang sudah bisa diprediksi. Itu terbukti sejak bola bergulir.

Pemain MU sudah siap dengan itu semua. Prediksi mereka melahirkan siasat menjebak lawan. Ferguson pun menggunakan struktur pemain yang sama dengan lawannya. Bedanya, kali ini Wayne Rooney tidak ditempatkan sebagai striker tunggal. Seperti duel sebelumnya, striker Inggris itu diplot sebagai sayap kiri plus kewajiban turun jauh ke belakang.

Ferguson justru menempatkan Cristiano Ronaldo seorang diri di depan dan Park Ji-Sung sebagai sayap kanan. Terbukti, kecepatan kedua pemain ini sangat mematikan. Dari kaki kedua gelandang ini pula lahir tiga gol di gawang Manuel Almunia.

Serangan cepat yang dibangun Ronaldo di sektor kiri pertahanan lawan berbuah assist cantik bagi Park. Kieran Gibbs yang sudah benar menempel Park ternyata terlalu cepat berlari. Gibbs terpeleset ketika hendak memotong bola dan ini memudahkan Park menceploskan bola.

Gol berikutnya, dari Ronaldo, menunjukkan betapa keras dan akuratnya tendangan Pemain Terbaik Dunia dan Eropa itu. Robin van Persie mungkin lupa dengan talenta anak Portugal tersebut sehingga pelanggaran yang dilakukannya di luar kotak penalti harus dibayar mahal. MU semakin percaya diri dengan keunggulan agregat 3-0. Penonton pun mulai cemas dan tak bergairah.

Harus membalas empat gol jelas suatu hal berat bagi Cesc Fabregas dkk. Harapan pelatih Arsene Wenger menambah daya gedor dengan memasukkan Emmanuel Eboue di babak kedua pun tak membuahkan hasil. Cara ini malah dibayar mahal oleh gol kedua Ronaldo malam itu. Dan, lagi-lagi gol ini lahir lewat serangan balik yang jitu.

Hanya tiga pemain yang memotori gol ketiga MU malam itu: Park, Rooney, dan Ronaldo. Kecepatan lari Ronaldo dan Rooney dari kedua sayap sudah cukup membuyarkan kesiapan pertahanan Arsenal malam itu. Semua pemain Arsenal di lapangan tengah terlambat menutup gerak dua pemain MU itu.

Hasil itu sudah sangat cukup bagi MU untuk berkonsentrasi pada pertahanan, yang malam itu memang sudah sangat kuat berkat Rio Ferdinand dan Nemanja Vidic. Sayangnya, sebuah kesalahan yang tak perlu dari Darren Fletcher menodai permainan "Setan Merah" dan berbuah gol penalti dari Van Persie. Skor 3-1 atau agregat 4-1 tetap tak menolong Arsenal.

Wenger pasti kecewa dengan kekalahan ini. Namun, pendukung Arsenal sekiranya memaklumi kelemahan lini belakang timnya, yang tak diperkuat William Gallas dan Gael Clichy. Cedera yang dialami Mikael Silvestre juga tak memberi Wenger pilihan selain memasang Johan Djourou yang kurang pengalaman di Eropa.

Memaksa semua pemain membantu serangan mengakibatkan beban pertahanan Arsenal semakin berat. Walcott yang digadang-gadang bisa main cepat tak begitu kentara di sayap kanan. Jalan pintas berupa umpan-umpan panjang kepada Emmanuel Adebayor terlalu mudah dibaca. Begitu ada celah di lini tengah, susah bagi "The Gunners" untuk mengisinya rapat-rapat. Ruang kosong ini menjadi makanan empuk bagi Anderson, Park, Ronaldo, dan Rooney, yang tampil dengan tenaga penuh.

Park Penentu, Ronaldo Tak Terbendung

Park Penentu, Ronaldo Tak Terbendung
Gelandang Manchester United, Park Ji-Sung (kanan), mencoba melewati bek Arsenal, Kieran Gibbs, pada duel semifinal Liga Champions di Stadion Emirates, London. Park mencetak gol pembuka dalam duel tersebut.


Rabu, 6/5/2009 | 06:36 WIB

LONDON, KOMPAS.com - Pelatih Manchester United, Alex Ferguson menilai bahwa gol pembuka Park Ji-Sung membuat perubahan dalam duel lawan Arsenal. Ferguson juga menganggap Arsenal tak bisa menaklukkan Cristiano Ronaldo, yang menjadi kunci kemenangan MU.

Pada duel leg kedua semifinal Liga Champions, Selasa (5/5) malam, MU menang 3-1 (agregat 4-1). Semua gol MU tak lolos dari sentuhan Ronaldo. Setelah memberi assist kepada Park, Ronaldo mencetak dua gol ke gawang Arsenal.

Menurut Ferguson, pada pertandingan itu, strateginya berjalan sesuai harapan. Lini tengah bisa menahan kecepatan Arsenal. Adapun barisan belakang bermain disiplin dan ketat. Namun, taktik itu bisa membuahkan gol karena Ronaldo.

"Saya pikir mereka tak bisa mengatasi Ronaldo," tambahnya. "Sekali kami mengirim bola kepada Ronaldo, itu menjadi masalah besar untuk mereka."

Meski begitu, Ferguson tidak menyangkal bila gol pertama MU sedikit terbantu dengan kesalahan pemain lawan. Ketika Ronaldo mengirim bola kepada Park, Kieran Gibbs hampir memotongnya. Namun, Gibbs malah terpeleset jatuh sehingga bola mendatangi kaki Park.

"Saya pikir, kami jelas mendapat kesempatan besar ketika mencetak gol pertama karena defender (Gibbs) melakukan kesalahan, dan Ji Sung Park memanfaatkannya," aku Ferguson.

Yang jelas, kemenangan ini menjaga peluang MU untuk menjadi juara bertahan Liga Champions. Selain itu, mereka juga bisa fokus menjalani sisa duel Premier League musim ini dan mempertahankan gelar jua

Wenger: Arsenal Layu Sebelum Berkembang

Wenger: Arsenal Layu Sebelum Berkembang
Arsene Wenger

Rabu, 6/5/2009 | 06:48 WIB

LONDON, KOMPAS.com - Pelatih Arsenal, Arsene Wenger, mengakui bahwa timnya sudah kalah sebelum duel di semifinal Liga Champions memanas. Dua gol cepat Manchester United telah meruntuhkan kepercayaan diri pemainnya.

“Yang paling mengecewakan malam ini adalah kami tidak merasa seperti bermain di semifinal Liga Champions karena kami sudah kalah setelah 10 menit," kata Wenger seperti dikutip www.arsenal.com.

"Hal paling mengecewakan adalah bahwa pertandingan sudah berakhir sebelum dimulai, itu paling sulit diterima," tambahnya.

Bermain di kandang sendiri, Arsenal sebetulnya tampil baik di lima menit pertama. Dukungan penonton membuat Cesc Fabregas sangat menguasai jalannnya permainan sebelum gol Park Ji-Sung lahir akibat kesalahan Kieran Gibbs.
"The Gunners" makin tercekat oleh gol indah Cristiano Ronaldo pada menit ke-11. Setelah itu, para pemain muda Arsenal seperti kehilangan arah dalam menyerang. Permainan mereka mudah terbaca. Tak hanya pemain, penonton pun tampak tak bersemangat lagi mengharapkan timnya mencetak banyak gol demi lolos ke final.

“Kami siap menyerang, siap bermain, tapi setelah 10 menit (kebobolan), itu tidak mungkin. Kami tetap bermain semampu kami, bermain dengan rasa bangga dan penuh hasrat, tapi keyakinan telah hilang," ujar Wenger.

Dengan kekalahan ini, Arsenal kembali mengakhiri musim tanpa gelar. Ini merupakan tahun kelima mereka tanpa satu trofi pun sepanjang musim.


Hiddink Bakar Motivasi Pemain Veteran


Guus Hiddink

Rabu, 6/5/2009 | 07:58 WIB

LONDON, KOMPAS.com - Pelatih sementara Chelsea, Guus Hiddink, membakar motivasi pemain senior untuk tampil maksimal saat menghadapi Barcelona di leg kedua semifinal Liga Champions, Rabu (6/5). Kepada mereka, Hiddink mengatakan, sekarang adalah kesempatan terakhir menjadi yang terbaik di Eropa.

Musim lalu, Chelsea berhasil mencapai final Liga Champions. Sayangnya, harapan menggennggam piala kandas oleh MU dalam drama adu penalti.

Kini, Chelsea butuh selangkah lagi untuk mengulang momen itu. Tentu saja, targetnya juara. Momen semifinal tak bisa dinikmati setiap musim. Bagi pemain umur 30-an seperti Michael Ballack, Didier Drogba, dan Nikolas Anelka, musim ini bisa jadi merupakan kesempatan terakhir menggenggam trofi paling bergengsi di Eropa. Sebelum pensiun, sebelum dijual.

"Pemain-pemain ini tak memiliki lima, enam, atau tujuh tahun untuk mendapatkan kesempatan yang sama seperti Liga Champions tahun sebelumnya," ujar Hiddink. "Tetapi, jujur saja, ini adalah kesempatan terakhir bagi banyak pemain untuk sampai ke tempat yang mereka inginkan," lanjutnya.

Setelah bermain imbang tanpa gol di leg pertama, Chelsea berpeluang masuk final musim ini. Selain keuntungan main kandang, "The Blues" juga bisa memanfaatkan absennya Carles Puyol dan Rafael Marquez di kubu Barcelona. (SKY)

Powered By Blogger

Rating