JAKARTA, KOMPAS.com — Partai Demokrat dan Partai Golkar memang telah resmi bercerai. Namun, peluang koalisi antara kedua parpol tersebut masih terbuka. Ketua DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum mengaku menunggu Partai Golkar untuk rujuk kembali.
"Mengenai koalisi partai, kami tunggu Partai Golkar. Kita menghormati Partai Golkar. Semua partai berpeluang, termasuk PDI-P kami terbuka," kata Anas, seusai pertemuan terbatas dengan PKS di Hotel Sari Pan Pasific, Jakarta, Selasa (28/4).
Namun, ia mengaku pembicaraan antara PD dan Partai Golkar masih macet hingga saat ini.
"Kami belum melakukan pembicaraan dengan Golkar karena sejauh ini masih diendapkan statusnya. Jadi kami menghormati status diendapkan ini," paparnya.
Lebih jauh ia mengatakan, keputusan koalisi dari Partai Golkar merupakan urusan dalam negeri Partai Golkar. Karena itu, pihaknya tidak akan ikut campur.
"Tentu bukan wilayah kami. Itu betul-betul urusan rumah tangga Partai Golkar, kami tidak boleh ikut campur," tuturnya.









