JAKARTA, KOMPAS.com - Partai Demokrat masih enggan mengungkapkan nama-nama calon wakil presiden yang bakal dipinang seusai menetapkan secara resmi Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono sebagai calon presiden pada Rapat Pimpinan Nasional, Minggu (26/4) di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta.
Aksi tutup mulut ini juga dilakukan oleh partai-partai yang telah mengadakan rakernas maupun rapimnas sebelumnya, seperti Partai Gollar dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Tampaknya, masing-masing partai masih belum ingin partai lainnya mengetahui kekuatan politik mereka. Padahal, waktu pengajuan pasangan capres dan cawapres hanya tertinggal dua pekan.
Partai Demokrat mengaku menyerahkan kewenangan penetapan cawapres sepenuhnya kepada SBY, walaupun sebelumnya telah dibentukk Tim Sembilan yang bertugas mencari cawapres. Alasannya, Partai Demokrat menghendaki agar cawapres tersebut nanti benar-benar memiliki chemistry dengan SBY.
"Sehingga SBY dan cawapresnya nanti, jika terpilih, dapat membangun pemerintahan yang kuat dan kompak," ujar Ketua DPP Anas Urbaningrum Bidang Politik kepada para wartawan.
Sementara itu, Ketua DPP Partai Demokrat Bidang SDM Andi Malarangeng mengatakan, kendati SBY telah mengantongi 19 nama cawapres, tidak menutup kemungkinan pihaknya akan bekerja sama dengan partai lain. Ketika didesak mengungkap ke-19 nama cawapres tersebut, Andi hanya bisa tersenyum.
"Saya tidak punya kewenangan untuk mengatakan hal itu. Yang jelas, mereka berasal dari partai dan nonpartai," ujar Andi.









